13. Peralihan ERD dalam tabel dan normalisasi

Dari diagram hubungan entitas dalam sistem informasi pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam seperti terlihat pada gambar erd diatas, maka dapat diimplementasikan dalam beberapa tabel-tabel dan proses normalisasi yaitu sebagai berikut:

a. Normalisasi pendaftaran

1) Bentuk tidak normal

Tabel pendaftaran adalah bentuk tidak normal karena terdapat field dengan lebih dari satu atribut pada field alamat.

Tabel 5.1

Tabel Pendaftaran

No_cm

Nama_pas

Jns_kel

Tgl_lahir

Agama

Pendidik

445445

jumini

wanita

18/06/1981

islam

sd

445446

Rudi salam

pria

18/06/1981

islam

smp

445445

jumini

wanita

18/06/1981

islam

sd


pekerj

Stat_perk

Alamat

Nama_ay

Nama_ib

pns

kawin

Cangkring 12/3 karanganyar demak

jamian

siti

buruh

Belum . k

Jetis 10/3 kapuan kudus

parjan

sari

pns

kawin

Cangkring 12/3 karanganyar demak

jamian

siti


No_urut

Tgl_kunj

Jns_bayar

Stat_pas

Nip_pet

nama_pet

12/03/04/001

12/03/2004

askes

lama

091888999

Jasilah

12/03/04/002

12/03/2004

umum

lama

091888999

Jasilah

12/03/04/003

12/03/2004

askes

lama

091888999

Jasilah

2) Bentuk normal kesatu

Tabel pendaftaran tidak memenuhi bentuk normal terdapat field dengan lebih dari satu atribut pada field alamat.

Tabel 5.1.a

Tabel Pendaftaran Bentuk Normal Kesatu

No_urut

Tgl_kunj

Jns_bayar

Stat_pas

Nip_pet

nama_pet

12/03/04/001

12/03/2004

askes

Lama

091888999

Jasilah

12/03/04/002

12/03/2004

umum

Lama

091888999

Jasilah

12/03/04/003

12/03/2004

askes

Lama

091888999

Jasilah

No_cm

Nama_pas

Jns_kel

Tgl_lahir

Agama

Pendidik

pekerj


445445

jumini

wanita

18/06/1981

islam

sd

pns


445446

Rudi salam

pria

18/06/1981

islam

smp

buruh


445445

jumini

wanita

18/06/1981

islam

sd

pns



Stat_perk

Desa

Rt/Rw

kecam

kabup

Nama_ay

Nama_ib

kawin

cangkring

12/3

anyar

demak

jamian

siti

Belum . k

Jetis 1

10/3

kapuan

kudus

parjan

sari

kawin

cangkring

12/3

anyar

demak

jamian

siti

3) Bentuk normal kedua

Tabel pendaftaran tidak memenuhi bentuk normal kedua karena syarat bentuk normal kedua data yang ada dibagi kedalam kelompok yang dibedakan menurut field kunci masing–masing dan harus mempunyai hubungan satu dengan lainnya. Syarat kedua bentuk normal kedua, atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utamanya. Sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci field, dimana kunci field harus unik dan dapat mewakili atribut yang lain menjadi anggotanya.

Maka untuk membentuk normal kedua, tabel pendaftaran dikomposisikan sebagai berikut terlihat pada gambar:


Gambar 15

Bentuk Normal Kedua Tabel Pendaftaran

Keterangan * = kunci utama, ** = kunci tamu

Pada gambar diatas tabel pendaftaran dikomposisikan menjadi tabel pasien dengan field kunci: no_cm yang menunjukkan atribut pasien secara utuh dan tabel daftar periksa dengan field kunci no_urut serta tabel petugas dengan field kunci nip_pet. Pada gambar diatas semua atribut bukan kunci bergantung fungsi secara penuh pada kunci utamanya

4) Bentuk normal ketiga

Tabel daftar periksa telah memenuhi bentuk normal ketiga dimana tidak terdapat field yang bergantung transitif tertapi bergantung penuh pada kunci utamanya.

b. Normalisasi anamnesa

1) Bentuk tidak normal

Tabel anamnesa tidak normal karena pada field alamat terdapat field dengan lebih dari satu atribut.

Tabel 5.2

Tabel Anamnesa

No_anam

Anamnesa

Tek_dar

No_urut

No_cm

12/03/04/001

Pusing, lemas

110/50 mmHg

12/03/04/001

445445

12/03/04/002

Panas, flu

130/80 mmHg

12/03/04/002

445446

12/03/04/003

Batuk darah

10/40 mmHg

12/03/04/003

445445

Tgl_kunj

Jns_bayar

Nama_pas

Jns_kel

umur

Stat_pas

12/03/2004

askes

Jumini

wanita

23 tahun

lama

12/03/2004

umum

Rudi salam

pria

23 tahun

lama

12/03/2004

askes

Jumini

wanita

23 tahun

lama

Alamat

Nip_prw

Nama_prw

Cangkring 12/3 karanganyar demak

091555666

Sartini

Jetis 10/3 kapuan kudus

091555666

Sartini

Cangkring 12/3 karanganyar demak

091555666

Sartini

2) Bentuk normal kesatu

Tabel 5.2.a

Tabel Anamnesa Bentuk Normal Kesatu

No_anam

Anamnesa

Tek_dar

No_urut

No_cm

12/03/04/001

Pusing, lemas

110/50 mmHg

12/03/04/001

445445

12/03/04/002

Panas, flu

130/80 mmHg

12/03/04/002

445446

12/03/04/003

Batuk darah

10/40 mmHg

12/03/04/003

445445

Tgl_kunj

Jns_bayar

Nama_pas

Jns_kel

Tgl_lahir

Stat_pas

12/03/2004

askes

jumini

wanita

18/06/1981

lama

12/03/2004

umum

Rudi salam

pria

18/06/1981

lama

12/03/2004

askes

jumini

wanita

18/06/1981

lama

Desa

Rt/Rw

kecam

kabup

Nip_prw

Nama_prw

cangkring

12/3

anyar

demak

091555666

Sartini

Jetis 1

10/3

kapuan

kudus

091555666

Sartini

cangkring

12/3

anyar

demak

091555666

Sartini

3) Bentuk normal kedua

Tabel anamnesa belum memenuhi bentuk normal kedua dimana tabel belum dibagi menurut field kunci masing-masing yang saling berhubungan, maka bentuk normal kedua dikomposisikan seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 16

Bentuk Normal Kedua Tabel Anamnesa

Tabel anamnesa memenuhi bentuk normal kedua dengan komposisi tabel pasien, daftar periksa, petugas, perawat, anamnesa. Dimana masing-masing tabel memiliki kunci utama dan semua atribut bukan kunci bergantung fungsi secara penuh pada kunci utamanya.

4) Bentuk normal ketiga

Tabel anamnesa memenuhi bentuk normal ketiga dimana semua atribut bukan kunci tidak bergantung transitif tetapi bergantung penuh pada kunci utamanya.

c. Normalisasi periksa medis

1) Bentuk tidak normal

Tabel 5.3

Tabel Periksa Medis

No_prk

Stat_kes

Prk_fisik

diagnosa

Kode_icd

12/03/04/001

baik

Dada corong

Apneu

A.43.1


gangren

G.70

12/03/04/002

apatis

Telinga nanahen

Epilepsy

E.21


hipertensi

H.11.

12/03/04/003

buruk

Turgor jelek

cholera

C.90.0


No_urut

Tgl_kunj

No_cm

Nama_pas

Jenis_kel

Agama

12/03/04/001

12/03/2004

445445

jumini

wanita

islam







12/03/04/002

12/03/2004

445446

Rudi salam

pria

islam







12/03/04/003

12/03/2004

445445

jumini

wanita

islam


umur

Tgl_lahir

Pendidik

Nip_dok

Nama_dok

23 tahun

18/06/1981

sd

092002223

Johan. spd






23 tahun

18/06/1981

smp

092002223

Johan. spd






23 tahun

18/06/1981

sd

092002223

Johan .spd

2) Bentuk normal kesatu

Tabel periksa medis tidak memenuhi bentuk normal kesatu karena masih terdapat banyak field yang mempunyai nilai ganda atau berulang pada tiap barisnya. Maka bentuk normal kesatu adalah:

Tabel 5.3.a

Tabel Periksa Medis Bentuk Normal Kesatu

No_prk

No_urut

Stat_kes

Prk_fisik

Kode_icd

12/03/04/001

12/03/04/001

baik

Dada corong

A.43.1

12/03/04/001

12/03/04/001

G.70

12/03/04/002

12/03/04/002

apatis

Telinga nanahen

E.21

12/03/04/002

12/03/04/002

H.11.

12/03/04/003

12/03/04/003

buruk

Turgor jelek

C.90.0


Tgl_kunj

No_cm

Nama_pas

Jns_kel

Agama

Tgl_lahir

12/03/2004

445445

jumini

Wanita

islam

18/06/1981

12/03/2004

445445

jumini

Wanita

islam

18/06/1981

12/03/2004

445446

Rudi salam

Pria

islam

18/06/1981

12/03/2004

445446

Rudi salam

Pria

islam

18/06/1981

12/03/2004

445445

jumini

Wanita

islam

18/06/1981


Pendidik

Nip_dok

Nama_dok

sd

092002223

Johan. spd

sd

092002223

Johan. spd

smp

092002223

Johan. spd

smp

092002223

Johan. spd

sd

092002223

Johan .spd

3) Bentuk normal kedua

Tabel periksa medis tidak memenuhi bentuk normal kedua karena belum terbagi menurut field kunci masing-masing. Sehingga tabel periksa medis dikomposisikan seperti terlihat pada gambar dibawah ini dimana masing-masing tabel memiliki kunci utama dan semua atribut bukan kunci bergantung fungsi secara penuh pada kunci utamanya.

Gambar 17
Bentuk Normal Kedua Tabel Periksa Medis

4) Bentuk normal ketiga

Pada bentuk normal ketiga tabel periksa medis dipecah mnejadi dua tabel yaitu periksa medis satu dan periksa medis dua karena terdapat beberapa field yang terulang beberapa kali pada proses pengisian yang berakibat adanya redundansi data. Beberapa field yang terulang tersebut antara lain no_prk, no_urut, nip_dok. Sehingga untuk meminimalisasi adanya redundansi data maka tabel periksa medis dipecah menjadi dua terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 18

Bentuk Normal Ketiga Tabel Periksa Medis

d. Normalisasi resep

1) Bentuk tidak normal

Tabel 5.4

Tabel Resep

No_resep

Kd_obat

Nama_obat

No_urut

No_cm

12/03/04/001

Amp 1

Ampicillin 250 mg

12/03/04/001

445445


Amx 1

Amoxilin 250 mg



12/03/04/002

Amp2

Ampicillin 500 mg

12/03/04/002

445446


Adr

Adrenalin



12/03/04/003

Amn 1

Aminophillin 0.5

12/03/04/001

445445


Nama_pas

Jns_kel

umur

Tgl_lahir

Nip_dok

Nama_dok

jumini

Wanita

23 tahun

18/06/1981

092002223

Johan. spd







Rudi salam

Pria

23 tahun

18/06/1981

092002223

Johan. spd







jumini

Wanita

23 tahun

18/06/1981

092002223

Johan .spd

2) Bentuk normal kesatu

Tabel resep tidak memenuhi bentuk normal kesatu karena terdapat set atribut yang bernilai ganda / berulang, maka tabel resep bentuk normal kesatu adalah sebagai berikut:

Tabel 5.4.a

Tabel Resep Bentuk Normal Kesatu

No_resep

Kd_obat

Nama_obat

No_urut

No_cm

12/03/04/001

Amp 1

Ampicillin 250 mg

12/03/04/001

445445

12/03/04/001

Amx 1

Amoxilin 250 mg

12/03/04/001

445445

12/03/04/002

Amp2

Ampicillin 500 mg

12/03/04/002

445446

12/03/04/002

Adr

Adrenalin

12/03/04/002

445446

12/03/04/003

Amn 1

Aminophillin 0.5

12/03/04/001

445445


Nama_pas

Jns_kel

Tgl_lahir

Nip_dok

Nama_dok

jumini

Wanita

18/06/1981

092002223

Johan. spd

jumini

Wanita

18/06/1981

092002223

Johan. spd

Rudi salam

Pria

18/06/1981

092002223

Johan. spd

Rudi salam

Pria

18/06/1981

092002223

Johan. spd

jumini

Wanita

18/06/1981

092002223

Johan .spd

3) Bentuk normal kedua

Tabel resep tidak memenuhi bentuk normal kedua karena data belum terbagi menurut field kunci masing-masing, maka untuk membentuk normal kedua tabel resep dikomposisikan seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 19

Bentuk Normal Kedua Tabel Resep

Dari gambar diatas tabel resep dikomposisikan menjadi tabel dokter, tabel obat, tabel daftar periksa, tabel pasien. Dimana masing-masing tabel mempunyai field kunci masing-masing dan semua atribut bukan kunci bergantung secara fungsi pada kunci utamanya.

4) Bentuk normal ketiga

Pada bentuk normal ketiga tabel resep dipecah menjadi dua tabel yaitu resep satu dan resep dua karena terdapat beberapa field yang terulang beberapa kali pada proses pengisian yang berakibat adanya redundansi data. Beberapa field yang terulang tersebut antara lain no_urut, no_resep, nip_dok pada saat proses pengisian. Sehingga untuk meminimalisasi adanya redundansi data maka tabel resep dipecah menjadi dua terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 20

Bentuk Normal Ketiga Tabel Resep

e. Normalisasi permintaan periksa penunjang

1) Bentuk tidak normal

Tabel 5.5

Tabel Permintaan Periksa Penunjang

No_urut

No_cm

Nama_pas

Tgl_lahir

Jenis_kel

12/03/04/001

445445

Jumini

18/06/1981

Wanita







No_pp

Jns_pp

Mac_pp

Nip_dok

Nama_dok

12/03/04/001

Laborat

Led, trombosit, gd 1

092002223

Johan. spd

12/03/04/002

Radiology

Ro thorax

092002223

Johan. spd

2) Bentuk normal kesatu

Tabel permintaan periksa penunjang tidak memenuhi bentuk normal kesatu karena terdapat beberapa baris yang tidak lengkap, maka bentuk normal kesatu tabel permintaan periksa penunjang adalah sebagai berikut:

Tabel 5.5.a

Tabel Permintaan Periksa Penunjang Bentuk Normal Kesatu

No_urut

No_cm

Nama_pas

Tgl_lahir

Jenis_kel

12/03/04/001

445445

Jumini

18/06/1981

Wanita

12/03/04/001

445445

Jumini

18/06/1981

Wanita


No_pp

Jns_pp

Mac_pp

Nip_dok

Nama_dok

12/03/04/001

Laborat

Led, trombosit, gd 1

092002223

Johan. spd

12/03/04/002

Radiology

Ro thorax

092002223

Johan. spd

3) Bentu normal kedua

Tabel harus dipecah lagi menurut field kunci masing-masing sehingga membentuk normal kedua seperti terlihat pada gambar:

Gambar 21

Bentuk Normal Kedua Tabel Permintaan Periksa Penunjang

4) Bentuk normal ketiga

Tabel permintaan periksa penunjang memenuhi bentuk normal ketiga, karena sudah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung transistif tetapi bergantung penuh pada kunci utamanya.

f. Normalisasi pemasukan hasil periksa penunjang

1) Bentuk tidak normal

Tabel 5.6

Tabel Pemasukan Hasil Periksa Penunjang

No_urut

No_cm

Nama_pas

No_pp

Jns_pp

12/03/04/001

445445

Jumini

12/03/04/001

Laborat

12/03/04/002

Radiology


Mac_pp

No_hp

Has_pp

keterang

Led, trombosit, gd 1

12/03/04/001

Led;145……

-

Ro thorax

12/03/04/002

Ro funnel chest

preview

2) Bentuk normal kesatu

Tabel pemasukan hasil periksa penunjang tidak memenuhi bentuk normal kesatu karena terdapat baris yang kosong dan tidak lengkap, maka bentuk normal kesatu tabel pemasukan hasil periksa penunjang adalah sebagaoi berikut:

Tabel 5.6.a

Tabel Pemasukan Hasil Periksa Penunjang Bentuk Normal Kesatu

No_urut

No_cm

Nama_pas

No_pp

Jns_pp

Nip_dok

12/03/04/001

445445

Jumini

12/03/04/001

Laborat

092002223

12/03/04/001

445445

Jumini

12/03/04/002

Radiology

092002223


Mac_pp

No_hp

Has_pp

keterang

Led, trombosit, gd 1

12/03/04/001

Led;145……

-

Ro thorax

12/03/04/002

Ro funnel chest

preview

3) Bentuk normal kedua

Tabel pemasukan hasil periksa penunjang tidak memenuhi bentuk normal kedua karena belum terbagi dalam tabel dengan masing-masing field kunci utamanya. Maka untuk membentuk normal kedua tabel pemasukan hasil periksa penunjang, tabel pemasukan hasil periksa penunjang harus dikomposisikan seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 22

Bentuk Normal Kedua Tabel Pemasukan Hasil Periksa Penunjang

Pada gambar diatas tabel pemasukan hasil periksa penunjang dikomposisikan menjadi tabel daftar periksa, tabel pasien, tabel permintaan periksa penunjang, tabel dokter, dan tabel pemasukan hasil periksa penunjnag. Masing-masing tabel mempunyai kunci utama yang mewakili atributnya dan semua atribut bukan kunci bergantung fungsi secara penuh pada kunci utamanya.

1) Bentuk normal ketiga

Tabel pemasukan hasil periksa penunjang memenuhi bentuk normal ketiga dimana sudah berada pada normal kedua dan semua atribut bukan kunci tidak bergantung transistif tetapi bergantung penuh pada kunci utamanya.

0 Tulis Komentar:

Poskan Komentar

Gunakan Anonim user untuk umum