Langkah-Langkah Pengembangan Sistem Informasi

Langkah-langkah yang terlibat dalam mengembangkan Sistem Informasi adalah:

Analis
Ini adalah bagian yang sangat penting dalam pengembangan Sistem Informasi dan melibatkan suatu organisasi atau sistem dan mencari tahu bagaimana informasi yang sedang ditangani saat ini.

Studi kelayakan
Tujuan dari studi kelayakan adalah untuk melihat apakah mungkin untuk mengembangkan sistem dengan biaya yang wajar. Pada akhir studi kelayakan keputusan diambil apakah akan melanjutkan atau tidak.

Sebuah studi kelayakan berisi persyaratan umum dari sistem yang diusulkan.

Mari kita pertimbangkan membangun atau mendirikan Sistem Informasi sebagai infestasi dan melihat bagaimana Teknologi Informasi dapat membantu berjalan lebih efisien.

Desain
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses desain antara lain:

1. Keluaran
2. Masukan
3. Desain file
4. Perangkat keras
5. Perangkat Lunak

Pengujian
Setiap sistem baru perlu diuji secara menyeluruh sebelum diperkenalkan.
  • Pertama-tama sistem harus diuji dengan data normal untuk melihat apakah ia bekerja dengan benar.
  • Kedua, sistem ini diuji dengan data yang mengandung kesalahan dikenal untuk mencoba dan membuatnya gagal ('crash').
  • Ketiga, sistem ini diuji dengan jumlah data yang sangat besar untuk melihat bagaimana sistem dapat mengatasinya.
Adalah penting bahwa waktu pemrosesan dan tingkat tanggapan tetap dapat diterima dengan berbagai jumlah data.

Pelaksanaan/ Impelementasi
Menerapkan atau memperkenalkan suatu sistem baru dapat dilakukan dengan dua cara:
* Langsung Pelaksanaan
* Menjalankan secara Paralel

Dokumentasi - Panduan Pengguna
Panduan ini harus mencakup bagaimana menjalankan sistem, cara memasukkan data, bagaimana memodifikasi data dan bagaimana cara menyimpan dan mencetak laporan.

Panduan ini harus mencakup daftar pesan kesalahan dan saran tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi kesalahan.
Baca Selengkapnya "Langkah-Langkah Pengembangan Sistem Informasi"

Daftar Pustaka

  1. Wolfer lawrence.f., penajesus.j. Administrasi layanan kesehatan (Health care administration: principles, practice, structure and delivery). Edisi 2. ; Bab 1 sejarah rumah sakit. Penerbit buku kedokteran AGC; Jakarta; 2001. hal 2 - 8.
  2. liebler joan gratto. Administrasi layanan kesehatan (Health care administration: principles, practice, structure and delivery). Bab 8 Layanan informasi klinis. Penerbit buku kedokteran AGC; Jakarta; 2001. hal 136 – 140.
  3. Barr kevin. w, Breindel charles.L. Administrasi layanan kesehatan (Health care administration: principles, practice, structure and delivery). Bab 29 Rawat jalan. Penerbit buku kedokteran AGC; Jakarta; 2001. hal 493 – 395.
  4. Bambang Shofari. Sistem dan Prosedur Pelayanan Rekam Medis Rumah Sakit. Dinas Kesehatan Propinsi Dati I Jawa Tengah . 1997
  5. IMKA. Pengenalan , Analisa dan Rancangan Sistem Komputerisasi . 2002
  6. Bambang Shofari. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. FKM UDINUS. SEMARANG. 2003. tidak dipublikasikan
  7. Jr. Raymond Me. leod. Management Information Systems A Study of Computer Base Information System . 6 th edition . New Jersey . 1995.
  8. Jr. Henry e. lucas. The Analysis, Design, and Implementation of Information System. 3 th edition. New Jersey. 1993
  9. Hari Kusnanto, Sumartini Iman. Sistem Informasi Manajemen Aplikasi Di RS. penerbirt FK UNIVERSITAS GADJAH MADA.
  10. Jogiyanto H.M. Analisa dan Design Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek Aplikasi Bisnis. ANDI OFFSET. yogyakarta. 1999
  11. Arif Kurniadi. Manajemen Data. FKM UDINUS SEMARANG. 2003. tidak dipublikasikan
  12. Yuniarto Nurwono. Manajemen Informasi Pendekatan Global ; Teknologi Informasi. PT Elex Media. 1996 ; 77-125.
  13. Rano Indradi. S, Arif Kurniadi. Analisa dan Perancangan Sistem. FKM UDINUS SEMARANG. tidak dipublikasikan.
  14. Husni Iskandar Pohanasa, Kusnan Sriyanto Saiful Bakri, 1997
  15. Depkes RI Diirektorat Jendral Pelayanan Medik. Petunj8k Teknis Penyelenggaraan Rekam Medis Rumah Sakit / Medical Record Rumah Sakit. Jakarta. 1993.
  16. Arul. Instalalasi Jaringan dengan Linux, Jaringan dan Pembagian Berdasar Topologi. Http://bandung.linux.or.id/lanjut.php?id=37_0_1_0_M3
  17. Doddi Priyambodo. Keamanan Fisik Server Linux, Topologi Jaringan. http://www.geocities.com/doddi p/keamanan fisik.Htm.
2ivhj8edkr
Baca Selengkapnya "Daftar Pustaka"

Saran

Sesuai dengan salah satu misi rumah sakit yaitu melaksanakan manajemen terbuka melalui jaringan informasi secara lengkap dan tepat waktu serta sudah dikembangkannya jaringan informasi pada rawat inap serta laborat dan radiologi maka saran dari penulis kepada rumah sakit adalah perlu dikembangkannya jaringan informasi pada rawat jalan melalui pengembangan sistem informasi pelayanan rawat jalan.


Demikian pentingnya jaringan informasi yang sudah didukung oleh keberadaan bagian Elektronik Data Processing (EDP) Badan Rumah Sakit Daerah Kudus yang belum secara jelas tampak pada bagan organisasi sehingga penulis merasa perlu menyarankan untuk dibentuknya sub bagian dalam organisasi yaitu sub bagian Departemen Informasi Kesehatan yang menangani masalah sistem informasi termasuk pengembangan sistem informasi manajemen kesehatan rumah sakit secara internal.

Baca Selengkapnya "Saran"

Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu sebgai berikut:

1. Proses-proses informasi dalam sistem informasi pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam seperti kegiatan pencatatan dan pengolahan data serta penghasilan informasi di poliklinik menggunakan sistem manual sehingga berakibat pada masalah-masalah pada sistem informasi dan pada sistem pelayanan medis rawat jalan, maka diperlukan sistem baru untuk mengatasi masalah tersebut melalui sistem informasi pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam berbasis komoputer.

2. Struktur atau pelaku sistem informasi pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam berbasis komputer yang baru yaitu pasien, petugas pendaftaran, perawat poliklinik, dokter, instalasi pemeriksaan penunjang, direktur, kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan, dan kepala instalasi rawat jalan.

3. Dari formulir-formulir yang digunakan pada pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam serta beberapa pengembangan dari penulis untuk memudahkan pengguna dapat diidentifikasi database yang digunakan untuk merancang sistem informasi pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam berbasis komputer yaitu sebagai berikut:

a. Data pasien.

b. Data dokter.

c. Data perawat.

d. Data petugas (tpprj).

e. Data obat.

f. Data kode penyakit

g. Data daftar periksa.

h. Data anamnesa.

i. Data periksa

j. Data resep obat.

k. Data permintaan periksa penunjang.

l. Data hasil periksa penunjang.

4. Pengguna informasi yang utama dari kegiatan pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam adalah kepala instalasi rawat jalan, kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan, dan kepala instalasi rawat jalan.

5. Beberapa informasi yang dibutuhkan manajemen yaitu informasi tentang kunjungan pasien, informasi laporan penyakit rawat jalan poliklinik, informasi obat-obat yang dituliskan pada resep dokter dan informasi tentang dokter yang memberikan pelayanan dan informasi tersebut dapat dihasilkan dari sistem yang baru.

6. Hubungan–hubungan fungsi yang terkait dalam sistem informasi pelayanan medis rawat jalan poliklinik penyakit dalam yang baru (berbasis komputer) adalah instalasi pemeriksaan penunjang dan tempat pendaftaran pasien rawat jalan.

7. Masalah-masalah pada sistem informasi pelayanan medis rawat jalan antara lain:

1) Input yaitu kesusahan dalam penempatan data – data pada formulir rekam medis.

2) Proses yaitu proses pembuatan laporan secara bertahap.

3) Output / informasi obat-obat pada resep yang belum terjamin

4) Inefisiensi waktu dan sumber daya dalam pelayanan serta beban kerja yang berlebihan

5) Validitas dan kelengkapan data kurang

6) Dokumentasi yang jelek

7) Kurangamannya dokumen

Baca Selengkapnya "Kesimpulan"

J. Mekanisme Akses

Dalam mengakses data atau input data serta informasi menggunakan mekanisme password. Apabila sistem / aplikasi akan dijalanakan oleh pemakai, sistem akan memunculkan dialog untuk memasukkan password user atau pemakai dan setelah password dimasukkan selanjutnya ditampilkan aplikasi sistem informasi pelayanan medis poliklinik penyakit dalam dengan menu-menu dan tombol-tombol perintah. Tetapi pada menu atau tombol-tombol tertentu tidak aktif sehingga tidak bisa difungsikan menu atau tombol perintah yang tidak aktif sesuai kewenangan akses yang telah ditentukan.

Untuk lebih jelasnya lihat contoh tampilan menu untuk perawat dibawah ini:


Baca Selengkapnya "J. Mekanisme Akses"